Travelling Speedy
Saya punya cerita menarik tentang Billing Speedy ;)
# plaza telkom : 1 juni 2009
Akhir Mei 2009 sesudah berbulan-bulan kena tagihan speedy personal yang selalu over quota (rata-rata 1 juta tiap bulan dari yang seharusnya 200 ribu) saya memutuskan pindah pindah ke Speedy Office (Unlimited) dengan biaya abonemen Rp. 750.000. Saya antri di plaza telkom Manado dari jam 10 pagi dan akhirnya dilayani kira-kira jam 2 siang (telkom sebaiknya memperhatikan ini, jumlah customer service terlalu sedikit mengakibatkan antrian menjadi panjang dan pelayanan tidak efektif).
Singkat cerita sesudah membayar biaya migrasi ke Speedy Office (Unlimited) dan menandatangani surat bermaterai, saya di nyatakan sudah migrasi ke Speedy Office (Unlimited). Sebelum saya beranjak dari depan CS Telkom Plaza sekali lagi saya tanya apakah Speedy Office saya sudah efektif berlaku saat dia merubah data melalu terminal komputernya, jawabnya : YA.
# rumah : juni 2009
Semuanya berjalan lancar (tidak ada masalah – kecuali speedynya sering tiba-tiba mati tanpa pemberitahuan atau tiba-tiba menjelma menjadi keong – bagi telkom rupanya ini bukan masalah karena pemberitahuan pun tidak pernah saya terima).
# rumah : 5-13 juli 2009
Sampai kemudian pada awal bulan Juli (saya lupa tanggalnya mungkin antara tgl 6-8 Juli), kami mendapat tagihan dari telkom, mau tahu tagihannya? kami diwajibkan membayar Rp. 100 ribu untuk tagihan bulan Juni (dengan tambahan ‘kapan dibayarnya?) .. hehehe. Tunggu dulu … pada pagi hari tanggal 13 Juli ada telepon lagi dari telkom katanya kami harus membayar 5 juta rupiah untuk tagihan telepon, siangnya telkom menelpon lagi dengan nominal tagihan sama 5 juta rupiah (dengan tambahan ‘kapan mau dibayar?’). Sampai disini saya mulai curiga (niat amat nagihnya, pagi dan siang), saat pemberitahuan kedua saya tanyakan tagihan 5 juta itu tagihan apa saja? (di jawab ‘ada pemakaian Speedy personal pak’ – uh oh). Saya katakan saya pelanggan Speedy Unlimited dan oleh penelpon dari telkom saya dianjurkan klarifikasi ke Plaza Telkom.
# plaza telkom : 13 juli
Seperti biasa antrian berlangsung lama, saya antri (ambil nomor antrian 53) dari jam 11, dilayani kira-kira jam 14.00 (3 jam antri – saya harap ada pejabat bagian administrasi telkom yang membaca ini – kalau bukan karena urusan billing yg notabene kesalahan telkom, saya tidak akan mau antri di telkom plaza – oh ya apa saya sudah bilang kalau nomor 53 tidak dipanggil? panggilan loncat dari nomor 52 ke 54 – saya mungkin tidak akan dapat giliran kalau saya tidak mengangkat nomor antrian saya). Saat dilayani saya beberkan tentang kesalahan tagihan yang terjadi, bahwa saya seharusnya ditagih sebagai pemakai Speedy Office (Unlimited), bukannya Speedy Personal. Sesudah membiarkan saya duduk menghadapi meja kosong selama lebih satu jam karena CS nya harus konfirmasi ke supervisornya, akhirnya di informasikan bahwa ada kesalahan pada billing saya (oh ya? kan tadi saya sudah bilang?) dan saya diminta menunggu telepon dari telkom pada jam 16.30 (saya berikan nomor flexi saya untuk ditelpon), dan diminta kembali keesokan harinya.
Seperti dugaan saya (dan anda) saya tidak ditelpon pada jam 16.30 ;) telepon supervisor plaza telkom yang diberikan (0431-843434) tidak diangkat pada saat saya telpon, dan pemberitahuan/telpon dari telkom diterima di nomor rumah saya dan diterima bukan oleh saya (kalau begitu kenapa minta nomor hp saya?), diberitahukan bahwa ada kesalahan tagihan telepon dan yang sebenarnya harus dibayar adalah 1.597.441 rupiah.
Rincian tagihan telepon dan speedy saya adalah :
abonemen : 28,700
lokal : 8,750
sljj : 117,103
speedy : 750,000
subtotal : 904,553
ppn : 90,455
total : 995,008
Lantas, darimana kelebihan kira-kira 500 ribu itu?
# plaza telkom : 14 juli 2009
Saya lapor kebagian penerima tamu/pencetak nomor, (no way – saya tidak mau antri lagi – saya diminta datang kembali oleh pihak telkom), dan saya langsung diantar ke CS yang melayani saya kemarin.
Sesudah credo tentang kesalahan billing bla bla bla, dikeluarkanlah catatan tagihan nya : 1.597.441, pertanyaan saya singkat waktu itu : ‘500 ribunya dihitung dari mana?’. CS mengeluarkan catatan billing yang sama dengan catatan saya total nya (995.008) dengan tambahan catatan, saya harus membayar over quota pemakaian speedy personal pada tanggal 1 juni 2009.
Saya minta print out pemakaian bandwidth saya pada tanggal 1 juni, tapi yang diberikan adalah catatan total pemakaian bandwidh saya yang menurut pihak telkom over quota, jadi saya keluarkan fujitsu notebook saya, dan saya perlihatkan spreadsheet excel hasil export dari billing bulan juni 2009, disitu terlihat jelas bahwa pemakaian yang menurut pihak telkom over quota, itu terjadi pada pukul 23:45 malam, saya migrasi sebagai user Speedy Office (Unlimited) pada siang hari, jadi saya katakan pada CS telkom, saya hanya akan bayar kewajiban saya sebesar Rp 995.008
CS : Mohon maaf pak, itu sudah aturannya
Me: 500 ribu tidak bisa diambil cuma dengan permintaan maaf, saya tidak akan bayar kelebihan 500 ribu itu.
CS : Kalau begitu bapak sebaiknya menghadap atasan saya.
Me: OK
Jadilah saya menghadap atasan CS Telkom tsb, cerita tetap sama, dia bilang tagihan saya 1,5 juta, saya bilang saya tidak akan bayar biaya over quota karena pada saat itu saya menggunakan koneksi sebagai User Telkom Speedy Office (Unlimited), saya keluarkan dan tunjukan kembali data di fujitsu netbook, dia tampilkan dan bandingkan dengan billingnya dan jam pemakaian tetap sama 23:45 malam :p
CS Boss : anda bisa cicil biaya over quota yang 500 ribu.
Me : saya tidak minta keringanan pembayaran atau pengurangan tagihan, saya datang untuk membayar kewajiban saya dan kewajiban saya adalah Rp 995.008
(saya keluarkan kwitansi tagihan telkom bulan Mei, sebesar 1,5 juta)
Me : Bapak lihat ini? ini tagihan 1,5 juta bulan lalu, saya bayar karena saya pakai dan kena overquota, itu juga yang akhirnya membuat saya pindah ke Speedy Office (Unlimited), saya tidak pernah ingkar dengan pembayaran yang menjadi kewajiban saya, saya bisa bayar 1,5 juta tentu saja, tapi yang anda minta saya bayar ini bukan kewajiban saya, jadi SAYA TIDAK AKAN BAYAR 500 ribu UNTUK BIAYA YANG BUKAN MERUPAKAN KEWAJIBAN SAYA.
CS Boss akhirnya menyerah dan berkata tidak akan menagih biaya over quota dan menyuruh saya menyelesaikan pembayaran dengan CS.
Selesai? Belum! Bagian menariknya justru pada saat membayar tagihannya.
Saya membayar biaya tagihan telepon dan speedy sebesar 995.008+6.600 (biaya abonemen speedy personal utk tgl 1 juni 2009) dengan total Rp 1.001.608
Tapi biaya yang di print di kwitansi adalah Rp 5.018.069 untuk saya dikeluarkan KWITANSI RESTITUSI SEBESAR Rp 4.009.720 DITULIS TANGAN TANPA MATERAI!
# The Conspiracy Theory
Bayangkan kalau ada user yang tidak memperhatikan tagihan atau tidak mau berdebat dan langsung membayar sesuai yang ditagih (5 juta atau 1,5 juta padahal mungkin seharusnya cuma bayar 1 juta), uang diterima, diposting, konfirmasi data di komputer, kwitansi pembayaran di print dari komputer, kemudian dibuat restitusi dan dikeluarkan kwitansi yang ditulis tangan ;)
Got the Point?