Implementasi SisFoKampus di De La Salle University Manado
Hari pertama
Training sudah mulai ketika saya memasuki ruangan Lab Informatics, ada kurang lebih 20 orang staff yang mengikuti pelatihan, pelatih yang datang dari Team SisfoKampus adalah Lina dan Dicky.
Berhubung kabel network belum tersambung ke ruang server (lagi ada pembongkaran kabel-kabel jaringan di kampus dlsu) maka server yang digunakan adalah laptop dari team SisfoKampus yang berisi Ubuntu.
Training berjalan lancar (begitu juga snack nya hehe) sampai makan siang, meskipun begitu ada beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan aplikasi sisfokampus belum didapat solusinya (seperti Proses NIM utk mahasiswa yang baru masuk yang bisa salah pilih tahun akademik dan berakibat data harus dihapus langsung di database – mungkin sebaiknya hanya tahun akademik yang akan dimasuki mahasiswa baru yg ditampilkan).
Diluar masalah tidak siapnya staff dlsu dengan bahan-bahan training (yg kemudian diingatkan Lina agar dibawa pada training hari kedua) seluruh sesi berjalan lancar (sayang tidak ada coffe break yah .. padahal saya sudah nunggu-nunggu kopinya).
Hari pertama training ditutup dengan installing aplikasi SisfoKampus dan data mysql. Instalasi bisa berjalan dengan baik … err … kecuali ada sedikit masalah waktu Dicky ingin mount flashdisk nya di Slackware (kebiasaan pake debian sama ubuntu) sudah lupa mulai lupa CLI dia rupanya .. hehehe.
SisfoKampus script diinstall di WebServer dan mysql database diinstall di Database Server, ada sedikit masalah sesudah instalasi pada hari pertama ini, script sisfokampusnya tidak bisa terhubung ke database server, padahal networking sudah di enable di mysql (skip-networking di comment di rc.mysqld)
# pico /etc/rc.d/rc.mysqld
# To allow outside connections to the database comment out the next line.
# If you don’t need incoming network connections, then leave the line
# uncommented to improve system security.
#SKIP=”–skip-networking”
Solusi semantara nya (berhubung server sudah akan dipakai utk sesi kedua esok harinya) apache di mysql server saya aktifkan, masalah untuk sementara bisa diatasi.
Masalah lain yang ditemukan adalah beberapa line script tidak bisa dieksekusi dengan baik, ini bisa diatasi dengan mengedit php.ini dan merubah setting sbb:
# pico /etc/httpd/php.ini
short_open_tag = On
Selesai setting dan edit script yang cukup bikin pusing, kami (saya, Lina, Dicky, Ronald, Michael) cari makan di kompleks Mega Mas, pilihan jatuh ke Rumah makan San Fransisco karena Lina dan Dicky maunya masakan khas Manado dan harus ada dabu-dabunya
Dari menu yang ditawarkan ini yang di pesan :
1. Posana – sayang sudah habis heheh .. padahal enak lho.
2. Babi Goreng Tore 2 porsi
3. Brenebon Kuah 1 porsi
4. Paniki (Kelalawar hueheheh)
5. Cakalang Goreng Rica
6. Tinoransak
7. Juice Sirsak, Advokat dan Aqua
*slurp* *nyam*
Selesai makan Lina dan Dicky kami antar ke Grancentral Hotel untuk berisitirahat
Hari Kedua
Training hari kedua berjalan dengan menggunakan MySQL server DLSU, ada sedikit masalah dengan kabel yang berakibat koneksi ke server sering putus (kabel masih berantakan karena pemasangan kabel masih berlangsung)
Masalah lain yang di temukan di script Sisfokampus adalah beberapa image tidak bisa ditampilkan, sesudah dilihat-lihat rupanya beberapa file image tidak sama case (huruf besar/kecil) nya dengan script, itu kemudian bisa diperbaiki Dicky dengan mengganti namafile sesuai case (huruf besar/kecil)
Sementara training berlangsung Webserver dan Database server saya buka untuk melihat kesalahan koneksi dari script ke mysql, dari hasil googling kesalahan berhasil ditemukan, dan solusinya mudah, perintah berikut kami eksekusi di database server (datamahasiswa adalah nama database, 192.168.200.2 adalah ip webserver, sqluser adalah user mysql, sqlpassword adalah password mysql)
mysql> GRANT ALL ON datamahasiswa. * TO sqluser@’192.168.200.2′ IDENTIFIED BY ’sqlpassword’
Selesai di query, script di webserver dicoba dan VOILA! it works ;)
Sampai saat ini semuanya berlangsung baik dan menantang (= ada masalah dan ada solusi *wink*)
Training di Lab Informatics masih berlangsung, mungkin sebaiknya saya keatas melihat-lihat, siapa tahu ada cofee break ;)
php.ini
short_open_tag = On
defaultnya kan OFF, apalagi sejak php 5.2 semakin banyak yang restrict
kenapa default OFF? oleh php developer mengasumsikan kita menggunakan TAG standard code yaitu FLUSH PRIVILEGES;
“Masalah lain yang di temukan di script Sisfokampus adalah beberapa image tidak bisa ditampilkan, sesudah dilihat-lihat rupanya beberapa file image tidak sama case (huruf besar/kecil) nya dengan script” << terbiasa develop di windows dan apache windows (sifat windows sendiri) yang case-sensitife membaca file/folder :D
Untung saja tidak ketemu masalah
register_long_arrays di php.ini ? hihihihi
kecuali register_global = on biasanya ini tidak akan muncul
tapi bisa bermasalah untuk penggunaan variable $HTTP_xxx
Slackware 12+ sudah menggunakan php 5.2+ dan restricnya lumayan merepotkan kalo tidak standar dalam pengkodean bahasa php.
Tapi paling tidak menjadi pengalaman hehehe. Oi tooo rum` kekekeke
yang kita kawatir jaman skarang banyak ‘koki’ jago masak tapi tidak tahu menyalakan ‘dodika’ so tabiasa dengan ‘kompor gas’ tinggal klik kaluar api. Giliran Gas Abis/kompor rusak bingo mo pake bagemana tu dodika :D
Yeah, sisfokampus ini (menurut anggota team training – Lina) di develop di windows dan akhir-akhir di port ke linux dengan menggunakan ubuntu, dari team (Lina) sempat tanya ’sama-sama linux kok hasilnya nda sama yah?’, jawaban saya simple : ubuntu lebih toleran dari slackware … hehehe.
terbiasa develop di windows dan apache windows (sifat windows sendiri) yang case-sensitife membaca file/folder :D
windows = non-case-sensitife
linux = case-sensitife
sorry so talalu cepat ba ketik
Wah… kayaknya ada yang mesti dikoreksi sedikit ajah biar lebih clear.
Sisfokampus pertama sekali memang di develop di windows. Lalu untuk versi 3 s/d 4 sudah didevelop di Linux.
Hanya saja memang yang digunakan oleh team Sisfo adalah Ubuntu, Suse, RedHat, dan Mandriva dan memang lebih Ubuntu minded… hehehe
Untuk Slackware baru dicoba kemarin itu di De la Salle
Anyway…thanks for all your kind cooperation.
Dengan komentar Lina diatas, saya anggap kesalahan saya telah dikoreksi, terima kasih Lina atas koreksinya.
Hai, salam utk semua dari saya. Sejatinya Sisfo Kampus sdh dibangun di Linux sejak awal mula, yaitu menggunakan sisop Mandrake. Justru di versi pertengahan menggunakan Windows karena banyak client menginginkan penggunaan server Windows.
Versi 4 pun dibangun & dites menggunakan Linux Ubuntu & Windows. Masalah nama image yg tidak sesuai dgn di script, itu justru kesalahan Linux. Boleh percaya boleh tidak, tapi buktikanlah sendiri. Coba saja buat sebuah file di Windows dgn huruf besar semua, misal: Y.gif. Kemudian copy ke Linux. Apa yg terjadi? Ternyata yg ada di Linux adalah y.gif (dgn huruf kecil).
Silakan dicoba.
Oh ya, sebagai contoh lain, coba buat direktori dgn huruf besar semua di Windows. Kemudian copy direktori tersebut ke Linux. Apa yg terjadi? Direktori tsb diubah menjadi huruf kecil semua.
Saya tidak tahu mengapa bisa begitu, tapi saya sudah beberapa kali menghadapi masalah ketidakkompatibelan sistem file antara Linux dgn Windows. Apakah Anda mengalami hal yg sama?
Salam.
Kelihatannya tidak demikian di Linux saya (Slackware), saya mount partisi windows dan coba copy directory REFOX, hasilnya sbb: (beberapa file saya hapus utk mempersingkat list), hasil yang sama juga saya dapatkan ketika mengcopy file AUTOEXEC.BAT, Linux tidak pernah mengganti case (besar huruf) pada saat mencopy dari dan ke Windows (saya menggunakan Slackware di Desktop PC, Mandrake di Axioo dan Ubuntu di Fujitsu Notebook saya).
Keknya tidak demikian kalo linux mengganti case file atau direktori.
Cara kopi file ke linux menggunakan apa?
Samba share ? Mount Disk ?
atau copy dengan cara upload menggunakan FTP ?
asumsi saya jika menggunakan FTP Client ada kemungkinan CASE diubah oleh software FTP client (beberapa FTP Client memiliki fitur auto-change CASE).
so bukan linuxnya yang mengganti case.
Saya pakai samba & nautilus di lingkungan Ubuntu 8.04. Selalu file/direktori berhuruf besar semua di Windows menjadi huruf kecil. File sistem di Windows pakai NTFS.
Seperti contoh di CD Sisfo Kampus (mungkin mas Rumy mendapatkannya dari Tim Sisfo), di situ akan tampak bahwa file2 gambar seperti Y.gif dan N.gif di CD tertulis huruf besar. Tapi saat di-copy ke Linux, file tersebut berubah menjadi y.gif dan n.gif (dengan huruf kecil).
Jika Mas Rumy mendapatkan file tersebut, maka bisa dicek nama file gambar tersebut di CD dan yg ter-copy di Linux.
Salam.
Oh iya, sebagai tambahan, copy file/directory-nya via jaringan, bukan dari 1 komputer. Contohnya saat saya meng-copy file dari komputer Windows ke notebook Linux Ubuntu saya. Atau sebaliknya.
Terus terang saya sempat bingung juga mengapa hal tersebut terjadi. Kasus berikutnya adalah meng-copy file dari CD yg dibuat dari Windows dan di-copy ke Linux. Atau hanya komputer/jaringan saya saja yang bermasalah?
Tapi melihat contoh Mas Rumy di atas, nampak bahwa direktory Windows terbaca sebagai WINDOWS (huruf besar semua), padahal biasanya default direktori tersebut adalah Windows (dengan hanya W yang besar). Demikian juga dengan config.sys dan autoexec.bat yang di Windows saya huruf kecil semua. Atau memang nama file & direktori tersebut berhuruf besar semua di komputer mas Rumy?
Mohon diberi petunjuk. Terima kasih.
Saya akan coba reproduce di ubuntu (8.10) error yang di bilang Pak Dewo, mudah-mudahan nanti bisa didapat workaroundnya, saya punya iso yg saya copy dari CD yang diberikan Lina waktu di De La Salle, nanti saya coba sesampainya dirumah
Baiklah. Saya tunggu kabarnya Mas Rumy.
Semoga ketemu problemnya.
Terima kasih.
Eh, komen saya kemarin masuk akismet ya?
Sorry karena komen saya kemarin banyak link ke diskusi masalah case-sensitivity.
Salam.